(0271) 636506
kel-jebres@surakarta.go.id

29-10-2026

WIB

Admin Kelurahan Jebres

11-09-2026

 10:36:26 WIB
Dari Sampah Menjadi Energi: Perjalanan PLTSa Putri Cempo
Icon

Bagi masyarakat Kota Surakarta, nama Putri Cempo tentu sudah tidak asing. Kawasan di Mojosongo ini telah lama menjadi tempat pengelolaan sampah kota. Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat, jumlah sampah yang masuk ke kawasan tersebut juga terus meningkat. Kondisi ini mendorong munculnya gagasan untuk mencari cara yang lebih baik dalam mengelola sampah, bukan hanya menumpuk dan menunggu terurai.

Dari situlah gagasan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo berkembang. Sampah yang selama ini dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang dicoba untuk dimanfaatkan menjadi sumber energi. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui kerja sama Pemerintah Kota Surakarta dengan pihak terkait dan mulai memasuki tahap pembangunan pada 2019.

Perjalanannya tentu tidak berlangsung dalam waktu singkat. Pembangunan membutuhkan berbagai tahapan, mulai dari penyediaan fasilitas, pemasangan peralatan, hingga pengujian sistem. Pandemi COVID-19 yang terjadi pada periode tersebut juga ikut memengaruhi proses pembangunan. Setelah melalui rangkaian tahapan tersebut, PLTSa Putri Cempo akhirnya mulai beroperasi pada 2023.

Fasilitas ini dirancang untuk mengolah sampah dalam jumlah besar setiap harinya dan memanfaatkannya untuk menghasilkan energi listrik. Kehadirannya memberikan warna baru bagi pengelolaan sampah di Surakarta. Sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai sesuatu yang berakhir di tempat pembuangan, tetapi juga memiliki potensi untuk menghasilkan manfaat lain.

Perkembangan PLTSa Putri Cempo kemudian terus berjalan. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan fasilitas sekaligus mengembangkan sumber bahan bakar yang dapat mendukung proses pengolahan. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan limbah racik uang kertas yang tidak lagi layak edar sebagai bahan bakar campuran. Langkah semacam ini menunjukkan bahwa pemanfaatan energi dari limbah masih memiliki ruang untuk terus dikembangkan.


Namun, keberadaan PLTSa juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah bukan pekerjaan satu fasilitas saja. Sampah tetap perlu dikurangi dan dipilah sejak dari rumah, lingkungan, hingga tempat pengumpulan. Semakin baik masyarakat mengelola sampah dari awal, semakin mudah pula proses pengolahan pada tahap berikutnya.

Memasuki 2026, kawasan Putri Cempo masih menjadi salah satu perhatian dalam upaya pembenahan pengelolaan sampah Kota Surakarta. Pemerintah terus mendorong penanganan timbunan lama, peningkatan pengolahan, serta pengurangan pembuangan sampah secara terbuka. Langkah-langkah tersebut berjalan berdampingan dengan upaya mengoptimalkan PLTSa yang sudah ada.


Perjalanan Putri Cempo pada akhirnya bukan hanya cerita tentang sebuah pembangkit listrik. Di dalamnya ada perubahan cara melihat sampah. Apa yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata dapat dimanfaatkan kembali melalui teknologi dan pengelolaan yang tepat.

Tentu masih ada pekerjaan yang harus dilakukan. Akan tetapi, arah yang dibangun cukup jelas: sampah dikurangi dari sumbernya, yang masih bernilai dimanfaatkan kembali, dan sisanya diolah sebaik mungkin. PLTSa Putri Cempo menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut, sekaligus contoh bahwa persoalan lingkungan dapat dijawab dengan inovasi dan kerja bersama.

Dari Mojosongo, sebuah gagasan sederhana terus dikembangkan: sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, tetapi sesuatu yang masih dapat memberikan manfaat.