29-10-2026
WIB
SEJARAH SINGKAT KELURAHAN JEBRES
Laskar telik sandi tersebut merupakan prajurit berani mati yang diberi nama Laskar Balkiyo. Laskar telik sandi yang bermarkas di menara hilal Gunung Kendil, bertugas mengawasi kegiatan Belanda di Beteng Vastenburg secara jarak jauh dengan menggunakan teropong Van Bosch. Hasil pengintaian itu kemudian dilaporkan ke markas penyusunan strategi perang pasukan Laskar Diponegoro di hutan Krendo Wahono. Karena di hutan itu sering diadakan pertemuan antara Sinuhun Paku Buwono VI yang menyamar menjadi Kiai Bangun Tapa dengan Pangeran Diponegoro atau utusannya seperti Senthot Prawirodirjo maupun Ali Basyah. Sehingga tidak jarang Ki Joyo Mustopo harus hilir mudik dengan mengendarai kuda antara Gunung Kendil, hutan Krendo Wahono dan bahkan menempuh perjalanan ke Gua Selarong di Yogyakarta. Berkat jasa para telik sandi ini pihak Belanda sering mengalami kekalahan dalam berbagai pertempuran.
Ditengah-tengah berlangsungnya acara itu, datanglah kabar bahwa akan rawuh tamubesar dari Sanggrahan untuk turut bergabung. Sanggrahan adalah sebuah tempatpersinggahan Sinuhun yang berada di tepi sungai Bengawan, tempat itu merupakantempat plesiran Sinuhun dan sentana kraton Surakarta. Mendengar kabarmenggembirakan itu; Ki Joyo Mustopo segera mapag (menyambut)sendiri tamu yang akan hadir itu. Dan benar, yang hadir adalah Kiai Bangun Tapaatau Sinuhun Paku Buwono VI yang merupakan Raja Surakarta Hadiningrat.Selanjutnya tempat bertemunya Ki Demang Joyo Mustopo dengan Kiai Bangun Tapaitu kini terkenal dengan sebutan kampung Mapagan. Suksessudah Ki Joyo Mustopo merekrut para pemuda di sekitar Gunung Kendil untukmenambah kekuatan laskar telik sandi Balkiyo. Atas keberhasilan itu, SinuhunPaku Buwono VI pun merasa bangga. Dan pada kesempatan itu, Sinuhun Paku BuwonoVI untuk mengelabuhi pihak Belanda mengukuhkan Ki Joyo Mustopo sebagai Demangdi wilayah tepi Sungai Bengawan hingga menjorok ke wilayah Sana Sewu. Strategiitu dilakukan karena Belanda telah mengetahui bahwa wilayah di tepi sungaiBengawan itu merupakan wilayah persembunyian para telik sandi. Pihak Belandamenyebut wilayah itu lahan hutan atau landvarest.Bersamaanwaktu, di sekitar tangsi Lemah Abang ada sebuah pabrik pengolahan keju bernama Victory milikseorang pengusaha Belanda bernama Tuan Victor J Pressen.Seorang tuan Belanda yang cukup peduli dengan kaum pribumi. LidahJawa terlalu sulit menyebut land varest ataupun J Pressen yangakhirnya hanya tersebut sepenggal kata; Lanfres ataupun J-pres.Maka lambat laun seiring bergulirnya waktu, wilayah tepi sungai Bengawan ituterkenal dengan sebutan Jebres. WilayahKademangan Jebres juga merupakan lumbung pangan (pedaringan) dan peternakan(banyak terdapat kandang sapi). Bahkan tempat yang awalnya berupa alas bebondotan (hutan belantara) itu lambat laun ramaidipadati penduduk.
Selain digunakan sebagai nama kampung,Jebres diabadikan pula menjadi nama kecamatan di Surakarta. Wilayah Jebresmeliputi perempatan panggung ke timur sampai depan Rumah Sakit Dr. Moewardi, keselatan berbatasan dengan kampung Ngemingan. Terdapat beberapa versi asal-usulpenamaan daerah Jebres, diantaranya: